Selasa, 01 Oktober 2013

Embun dan Perasaan

Dear Bloggies,

Suatu ketika saya tidak sengaja membuka timeline dari salah satu akun sosial media milik saya, dan saya menemukan puisi ini. Puisi yang di buat oleh penulis favorit saya Tere Lije, bahasa nya sederhana namun bermakna, tidak berlebihan dan lugas, saya suka. Terkadang banyak penyair yang menggunakan pemilihan diksi kata yang susah di mengerti, abstrak, saya tidak terlalu suka hal yang abstrak. Oke, enough babbling nya, berikut merupakan puisi yang saya ambil dari penulis favorit saya.

Embun dan Perasaan

Kenapa embun itu indah,
Karena butir airnya tidak menetes
Sekali dia menetes, tidak ada lagi embun

Kenapa purnama itu elok,
Karena bulan balas menatap di angkasa
Sekali dia bergerak, tidak ada lagu purnama

Aduhai, mengapa sunset itu menakjubkan
Karena matahari menggelayut malas di kaki langit
Sekali dia melaju, hanya tersisa gelap dan debur ombak

Mengapa pagi itu menenteramkan dan dingin
Karena kabut mengambang di sekitar
Sekali dia menguap, tidak ada lagi pagi

Di dunia ini,
Duhai, ada banyak sekali momen-momen terbaik
Meski singkat, sekejap,
Yang jika belum terjadi langkah berikutnya
Maka dia akan selalu spesial

Sama dengan kehidupan kita, perasaan kita,

Menyimpan perasaan itu indah
Karena penuh misteri dan menduga
Sekali dia tersampaikan, tidak ada lagi menyimpan

Menunggu seseorang itu elok
Karena kita terus berdiri setia
Sekali dia datang, tidak ada lagi menunggu

Bersabar itu sungguh menakjubkan
Karena kita terus berharap dan berdoa
Sekali masanya tiba, tiada lain kecuali jawaban dan kepastian
Sungguh tidak akan keliru bagi orang-orang yang paham

Wahai, tahukah kita kenapa embun itu indah?
Karena butir airnya tidak menetes,
Sekali dia menetes, tidak ada lagi embun.
Masa singkat yang begitu berharga.

*Tere Liye,

Surabaya, 10th November 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar