Selasa, 15 April 2014

Belajar untuk Memahami?

Dear Bloggies, 

“Pemahaman nak..pemahaman yang lebih terhadap dunia di sekitarmu. Sekarang, cobalah untuk memahami setiap keputusan yang kau ambil, dan terima konsekuensi atas pilihanmu sebagai ganjaran atau bahkan pelajaran untuk mu,”.

Dalam peribahasa boleh dibilang, “Life is a BITCH! So get use to it”. Well, itu benar sekali!. Sama persis dengan lirik di salah satu lagu, bahwasanya hidup itu panggung sandiwara. Sumpek sekali dengan orang-orang disekitar saya. Entah saya yang terlalu sensitif atau bagaimana. Mungkin penyakit moody saya sedang kumat.

Akhir-akhir ini saya sering mengeluh dan merasa capek, entah capek menjadi orang yang tidak bisa berkata tidak atau menjadi pribadi yang selalu menghindari masalah. Ingin rasanya bercerita kepada siapa saja, tapi entah kenapa, selalu saja ada yang sengaja saya sembunyikan. Bahkan kepada orang-orang terdekat di sekitar saya.

Terkadang, ingin sekali saya bisa memiliki pintu kemana saja milik doraemon. Bisa pergi ke pantai mana saja, kapan saja, dan sesuka hati saya.

Percikan ombak, halusnya pasir pantai, angin dari lautan dengan aroma garam nya yang khas, dan semua tentang pantai selalu menjadi favorit saya. Ketika bisa merasakan itu semua, rasanya saya bisa dengan lepas berbincang dengan diri saya sendiri atau bahkan bercerita kepada angin.

Terkadang......

Rindu rasanya, bahkan rindu itupun terkadang membuat saya meneteskan air mata setiap kali selesai bercakap-cakap dengan Tuhan. Akan tetapi rindu ini pada siapa?

Rindu pada pantai? mungkin...
Rindu pada diri saya yang dulu? mungkin...
Rindu pada kemandirian yang dulu dan ketidak pedulian saya terhadap orang-orang "jahat" ? mungkin...

...mungkin...bisa 'iya', bisa juga 'tidak'. Tidak pasti..tapi, hidup itu memang selalu tidak pasti. Rencana kita mungkin tidak akan selalu sama dengan apa yang sudah di kehendaki Tuhan.

Sering terbesit di dalam benak dan pikiran saya. Apabila, satu jam lagi, satu hari lagi, atau bahkan satu minggu lagi saya sudah bersama malaikat Izrail..apakah orang-orang di sekitar saya menyadari kepergian saya?? entahlah...

yang saya bisa...berusaha menjaga perasaan orang lain, walaupun di belakang mereka saya selalu mengeluhkan tingkah laku mereka. Setidaknya...saya bisa menghindari perang terbuka dengan orang-orang di sekitar saya. Walaupun perang dingin lebih menyakitkan.

Pahami saja, dan maknai apa yang terjadi di sekitar saya. Dengan memahami, saya akan belajar, menilai, memutuskan, dan menerima konsekuensi.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar