Kamis, 01 September 2016

Tentang Senja, Hujan, dan Cerita yang Telah Usai


Dear Bloggies,

Source: rasalelaki.blogspot.com
Buku ini dipersembahkan untuk orang-orang yang pernah dilukai, hingga susah melupakan. Untuk orang-orang yang mencintai, tapi dikhianati. Juga yang mengkhianati, lalu menyadari semua bukanlah hal yang baik untuk hati. Kepada orang-orang yang diam-diam jatuh cinta, suka pada sahabat sendiri, tidak bisa berpaling dari orang yang sama, dan hal-hal yang lebih pahit dari itu. Mari mengenang, tapi jangan lupa jalan pulang. Sebab, setelah tualang panjang ke masa lalu, kamu harus menjadi lebih baik, dan mulailah menata rindu yang baru. Katakan kepada masa lalu:kita adalah cerita yang telah usai
My Opinion:
Buku yang berisi tentang kumpulan prosa milik penulis ini membuat saya tenggelam dalam pemikiran saya sendiri. Potongan prosa yang secara tidak sengaja memanggil semua kenangan pahit, seringkali (tanpa saya sadari) membuat saya meneteskan air mata. Berulang kali saya meyakinkan diri bahwa setiap orang memiliki cerita hidupnya masing-masing. Pahit manisnya hidup mungkin harus saya rasakan, sebagai pembelajaran..sebagai salah satu pendewasaan dalam hidup.

Pain is what changes people. Jika saya tidak terluka, mungkin saya tidak akan tahu bagaimana cara menjaga perasaan orang lain. Tanpa kita sadari, selalu ada hitam-putihnya kenangan. Selalu ada pahit dan manisnya masa lalu.

What I Learned from This Book:

Buku ini memberikan saya pemahaman, bahwa untuk bisa bertahan hidup saya harus belajar ikhlas...dalam segala hal. Apapun yang terjadi, life must go on no matter what. Setiap kali ada kerikil-kerikil yang menghadang jalanmu ke depan cukup kamu hadapi, hayati, dan nikmati. Karena selalu ada pelajaran-pelajaran yang bisa diambil dari sana. Allah works in mysterious ways :).

“Kata pepatah, ada dua hal di dunia ini yang membuat kamu tidak bisa melupakan seseorang. Pertama, Kebencian, kamu membencinya sepenuh hatimu. Itulah yang membuat kamu tidak pernah bisa melupakannya. Sebab, kebencian itu tanpa kamu sadari, seperti menaruh dia di kepalamu.

Kedua, Rasa Sayang, kamu diam-diam masih sayang kepadanya. Meski mulutmu berkata tidak, tetapi hatimu tidak pernah bisa mengelak bahwa kamu masih menyimpan dia di hatimu."


*BOOK DESCRIPTION
Rate             :  4 out of 5
Writer         : Boy Candra
Title             : Senja, Hujan, dan Cerita yang Telah Usai
Publisher    : MediaKita
I Have the Copy of This Book 

 -xoxo-

2 komentar:

  1. mbak.. kata pepatahnya ngena banget. jleb!
    masih menyimpan dia di hatimu karena dua rasa yang bertolak belakang. (y)

    BalasHapus
    Balasan
    1. banget mbak....terkadang pepatah bisa mewakili apa yang kita rasa kak

      Hapus