Rabu, 26 Oktober 2016

Self-Study IELTS (Reading), Untuk Kamu yang Mencari Soal Latihan IELTS

Dear Bloggies,


Saat ini, minat mahasiswa Indonesia untuk menempuh pendidikan ke Luar Negeri sangatlah besar. Hal tersebut merupakan salah satu efek dari banyaknya tawaran beasiswa ke negara-negara maju di Luar Negeri. Banyak jalan menuju Roma, sama halnya dengan banyak nya jalan untuk meraih mimpi menempuh pendidikan ke Universitas-universitas terbaik di dunia dan bersaing dengan mahasiswa dari belahan dunia lain. 
source: idpielts.me
Persyaratan yang krusial selain persyaratan akademis adalah kemampuan Bahasa Inggris yang menjadi persyaratan utama untuk apply ke Universitas di Luar. Sebagai bahasa global yang banyak dipakai di belahan dunia lain, Bahasa Inggris menjadi salah satu alasan mutlak diperlukan bagi pelamar beasiswa. Bagi kamu yang melanjutkan studi ke negara di Eropa, selain harus belajar Bahasa Inggris, kamu juga harus menguasai bahasa negara yang kamu tuju. Jika di Perancis, kamu harus memiliki sertifikat bahasa DELF- Diplôme d'études en langue française setidaknya level B1-C1, tergantung dengan jurusan yang ambil. Jika kamu ingin kuliah di Jerman, kamu juga harus mengambil TestDaF- Test Deutsch als Fremdsprache.

Biasanya pihak penyelenggara beasiswa dan Universitas akan memberikan pilihan model tes Bahasa Inggris, entah itu TOEFL IBT, IELTS, atau sertifikasi Bahasa Inggris lain yang tentunya berstandar Internasional. Beberapa waktu lalu, saya mencoba untuk melakukan tes uji coba IELTS di IALF Surabaya, pada tes percobaan IELTS academic ini saya harus melakukan pendaftaran dan membayar biaya tes uji coba sebesar IDR 200.000. Pada tes IELTS terdiri dari empat jenis tes yakni writing, listening, reading, dan speaking. Tes uji coba di IALF dilakukan seperti tes IELTS yang sesungguhnya, namun pada part speaking, akan di lakukan tes oleh native speaker dari IALF sendiri bukan dari pihak luar seperti tes IELTS sesungguhnya. 

Di tahap uji coba ini, saya mendapatkan score 5 untuk part reading (untuk speaking 7, writing 6, dan listening 6.5), score yang dibawah standar dan perlu ditingkatkan untuk bisa tembus nilai internasional (biasanya Universitas mematok nilai per part nya min. 6 atau terkadang jumlah overall IELTS score 6,5). Karena nilai saya yang rendah, akhirnya saya memutuskan untuk belajar secara otodidak untuk meningkatkan kemampuan reading saya. Saya memilih untuk belajar secara otodidak karena pada saat itu terkendala biaya. Saya melakukan browsing soal latihan dan membuat grafik perkembangan belajar saya sendiri. Melalui soal-soal yang saya dapatkan dari Internet itulah yang membuat nilai reading saya naik dalam waktu 2 minggu, dari score 5 menjadi 7 (dengan overall score 6.5, namun score speaking saya anjlok). 

Berikut adalah link dari kumpulan soal reading IELTS yang sudah saya susun dalam bentuk dokumen PDF:
Untuk kunci jawaban dan source website untuk belajar bisa ke situs berikut:
Sebenarnya masih banyak sumber yang bisa digunakan untuk belajar IELTS, sumber diatas adalah sumber yang menurut saya recommended untuk dicoba. Ada baiknya jika kalian yang ingin melakukan tes IELTS mengambil kursus IELTS preparation di lembaga kursus yang saat ini mudah sekali di temui. Kunci sukses dalam tes IELTS sebenarnya adalah kerja keras, banyak latihan secara rutin, dan doa. Jika persyaratan bahasa sudah terpenuhi, baru menuju ke tahapan lanjutan yaitu mempersiapkan dokumen seperti motivation letter, recommendation letter, dan beberapa persyaratan lain. 

Semoga sedikit pengalaman saya bisa membantu atau menginspirasi kalian.

PS: Meskipun di beberapa universitas di British Edu Fair (bukan universitas yang saya target) kemarin ada yang menerima score speaking saya, namun saya ragu untuk mendaftar dan memilih mundur untuk memperbaiki nilai IELTS saya. Saran dari mbak Tika "Don't lower your standard. Instead, increase the effort." Akhirnya saya memutuskan untuk menunda mengambil master degree, karena kacau masalah IELTS mix masalah hati membuat saya tidak fokus dan buyar semua planning saya untuk langsung lanjut master degree. Target saya, InshaAllah 3 tahun ke depan, saya akan mencoba lagi sembari benar-benar mempersiapkan semuanya dengan matang. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar