Review Menginap di Hotel Adhisthana Prawirotaman

10.34.00


Dear Bloggies,

See...suasananya klasik banget!
Setelah dua bulan penantian dan penyusunan itinerary yang sedemikian rupa, akhirnya kami bisa sejenak mengambil jeda untuk melepas penat dan melepas rindu akan suasana salah satu kota favorit kami berdua. Siang ini, kereta Sri Tanjung mengantar saya dan mbak Tiwi menuju kota tujuan short escape holiday kami, Jogjakarta. Selama 3 hari di Jogja, kami ingin mencoba menginap di tempat yang cozy, keren, lucu, dan unik. Setelah berdikusi antara backpacker hostel atau hotel, kami memutuskan untuk menginap di hotel karena pertimbangan kenyamanan jasmani dan keamanan dompet.

Suka banget sama desain headboard bed dan cover bantal nya

Lengkap sama water heater
Berbekal dari reviewer yang ada di Google, pilihan kami jatuh pada Adhistana Hotel Prawirotaman. Kami harus berebut untuk mendapatkan harga paling ekonomis secepat mungkin, namun saat itu kami gagal mendapatkan harga paling murah karena ternyata kami berlibur di long weekend. Lucunya, kami baru menyadari kalau kami berlibur di saat long weekend justru tepat saat kami akan berangkat. Kalau saja kita tahu bakal ada hari ‘kecepit’, kita bakal langsung ambil cuti untuk memuaskan acara liburan di Jogja. Waktu menunjukkan jam 19.30 saat kami berbaur dengan hiruk pikuk Stasiun Lempuyangan. Setelah jepret sana sini sebagai dokumentasi perjalanan, kami langsung menuju hotel di Prawirotaman. Entah kenapa, saya merasa ayem aja ketika sudah di Jogja, apa ya..indescribable feeling gitu lo.

Tirai nya yang menutupi pintu memberikan kesan luas di kamar ini

Bathroom view
Kami sampai di Hotel tujuan kami dan saya langsung jatuh cinta dengan interior hotel ini. Desain klasik dan unik, di depan resepsionis ada semacam kursi kayu panjang klasik dengan banyak bantal yang bikin orang nyaman untuk duduk disana. Sembari menunggu proses check in, saya mencicipi welcome drink berupa es asam jawa dengan cangkir jadul dan mencicipi snack yang disediakan area lounge besar. Lounge di area tengah ini memang di desain comfy banget dengan sofa beludru cantik, beberapa permainan tradisional, sampai pernak pernik kuno yang semakin menambah atmosfer ‘Rumah Jaman Dulu’. Hotel ini memiliki kolam renang di bagian tengah nya, meskipun kolam renang nya termasuk kecil tapi lumayan lah. Keramik kolam renang yang berwarna hijau memberikan ilusi seakan-akan air nya berwarna hijau bening, disekeliling kolam berjajar pepohonan yang semakin mempercantik pemandangan.

Alley 
Kamar saya terletak di lantai 3 dan karena mengusung konsep homey, hotel ini tidak memiliki lift. Jadi lumayan lah, kami berdua bisa liburan sambil olahraga tipis-tipis (hahaha). Ketika masuk ke kamar, saya langsung jatuh cinta dengan kamar dengan desain klasik dan elegan ini. Pintu kamar menggunakan sistem dua pintu, pintu kayu dibagian luar dan pintu kaca didalamnya. Terdapat tirai besar yang menyamarkan pintu sehingga memberikan kesan lebih luas pada ruangan. Bed headboard nya di balut dengan kain batik warna biru yang elegan, dengan bed sheets warna putih. Disebelah nya terdapat meja tempat minum, heater, refreshment drink, dan kursi standar seperti di hotel pada umumya. Ubin kamar dibuat menggunakan keramik khas jaman dulu, begitu pula dengan kamar mandinya. Tempat sabun dan shampoo terbuat dari tembikar, sabun nya wangi banget, bau rempah gitu. Cuman, sekat kaca di kamar mandi tidak terlalu berfungsi baik karena air dari shower seringnya ‘nyiprat’ ke mana-mana, but its tolerable kok.

Lounge yang comfy banget buat santai santai
Kami menginap 2 malam disini tanpa fasilitas sarapan pagi, karena kami sudah berniat untuk kuliner sekalian selama di Jogja. Dari sekian banyak review yang saya baca, menu sarapan nya standar hotel namun menu café di hotel ini worth to try sih (katanya…saya dan teman saya tidak menyempatkan diri untuk mampir). Hotel Adhisthana memiliki café di lantai dua, pintu masuknya di area depan sebelum masuk ke tempat resepsionis, namanya Café Lawas. Dari price list yang dipampang di area depan café, harganya terjangkau bangeet dan foto menu nya tampak menggoda, namun menu nya mostly western gitu..karena daerah Prawirotaman terkenal sama banyak bule yang bersliweran jadi mungkin menyesuaikan pasar kali ya.

Spot Instagramable dari hotel ini

Masih dari Lounge hotel Adhisthana
Hotel ini terletak di gang kecil, sehingga tempat parkirnya sangat sangat terbatas, terlebih bagi kalian yang membawa mobil, harus usaha ekstra untuk parkir. Daaaaan karena area parkir yang begitu penuh, saya tidak bisa mengambil signature photo dengan background susunan pintu warna-warni di area depan hotel. Hotel ini selalu fully booked, mereka menyediakan 52 kamar dan 2 dormitory rooms (bunk bed). Seenggaknya, kamu harus jauh-jauh hari banget untuk bisa booked dengan harga yang ekonomis. Saya sendiri harus booking dua bulan sebelumnya, itupun tinggal 2 kamar tersisa. Saya menyarankan proses booking menggunakan aplikasi, karena apabila kalian booked via hotel langsung, harganya jauuuuh lebih mahal. Re-visit?? PASTI!! Saya kepingin balik ke hotel ini lagi, dan mengeksplore Jogja lebih jauh lagi.




You Might Also Like

0 komentar